Harddisk Tidak Terdeteksi Ketika Install Windows XP


Tidak perlu khawatir dan jangan panik. Tidak ada masalah di notebook dengan kasus seperti ini. Karena ‘biasanya’ setting default BIOS menempatkan setting harddisk di SATA mode dalam posisi AHCI. Sedangkan Windows XP belum bisa membaca hardisk dalam mode ini (maklum lah sistem operasi ini sudah termasuk kategori lanjut usia). Namun Windows Vista dan Windows 7 sudah mendukung fasilitas ini, sehingga tidak ada masalah soal pembacaan hard disk.

Solusinya sangat mudah, yang perlu teman-teman lakukan adalah :


  1. Masuk ke dalam setting BIOS, nyalakan / restart notebook, tekan f2 pada saat booting.
  2. Ganti posisi SATA mode dari AHCI menjadi IDE (Cari-cari sendiri ya, opsinya berada di mana, karena tiap BIOS bisa berbeda-beda. Untuk BIOS yang menggunakan InsydeH2O, pilihan ini berada pada tab main)
  3. Silahkan install Windows XP-nya
Lalu muncul pertanyaan, lho sebelumnya bisa kok Windows XP, bawaan notebook ini kan Windows XP. Jadi mode SATA AHCI bisa donk buat Windows XP. Ya, benar, memang bisa. Tetapi teman-teman harus meng-install drivernya terlebih dahulu. Biasanya Windows XP bawaan laptop terintegrasi dengan fitur ini

Lalu bagaimana caranya agar di dalam Windows XP kita dapat menggunakan SATA AHCI, biar seperti bawaan notebook-nya? Gampang…. download aja driver-nya. Biasanya driver dukungan AHCI disediakan oleh si pembuat Notebook. Misalnya jika notebooknya ACER, masuk aja ke www.acer.co.id, trus masuk ke bagian Service & Support, lalu Driver Download. Pilih jenis notebooknya, sistem operasinya (tentu saja dalam kasus ini Microsoft Windows XP), lalu pilih SATA AHCI driver.

Catatan :
Install ulang dengan mode ini hanya perlu dilakukan apabila sistem operasi bawaan notebook teman-teman sudah pernah dihapus atau ditimpa oleh sistem operasi yang baru (entah itu Windows Vista, Windows 7, atau Windows XP). Karena biasanya sistem operasi bawaan notebook sudah disertai dengan sistem restore yang bisa mengembalikan notebook dalam kondisi fresh dari pabrik.

Pada dasaranya proses pemasangan piranti keras (hardware) yang satu ini tidaklah begitu sulit, Namun tak jarang, karna saking mudahnya banyak diantara kita yang mungkin sudah sangat sering, jadinya menganggap hal-hal yang sedianya perlu diperhatikan secara ‘sangat enteng’.

Berikut terdapat beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.


Langkah 1:
Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.


Langkah 2 :
Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.


Langkah 3 :
Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4 :
Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.

Selamat mencoba, semoga bisa membantu..!!!

3 komentar:

Trims om.. Padahal sudah tahu, cuma terkadang lupa sama hal sepele.. Ane selamat berkat blog om, padahal udah sampe berjam jam :D

udah dicoba n bisa cmn mentok di EULAnya ga ada,padahal dicek ada EULAnya...kira2 gimana ya?ty

Posting Komentar

Jika Ada Tanggapan Atau Pertanyaan Silakan Dituliskan Lewat Kotak Komentar Ya Sobat..::Salam Blogger::..